We Are in Everything – Meditation Card

We are in everything, and everything is in us. Life is Fluid, and so are we. Think about how a flower is made up if many non-flower elements. The sky is in the flower, the soil is in the flower and we are in the flower. It is the same with our human bodies, made up of many nonhuman elements. Everything is in us, and we are in everything. This is a contemplation and feeling rather than an understanding. We are realize that nothing is solid or permanent, we experience freedom.
Bagaimana bila, maksud dan tujuan kita disarankan untuk (sering) berkontemplasi bukanlah demi agar kita dapat segera mengerti perihal yang terjadi, melainkan hanya sesederhana meminta kita untuk lebih berkesadaran terhadap hal atau peristiwa yang tengah terjadi? – itu saja.
Menurutku, Kontemplasi adalah sebuah opsi rute jalan yang tersedia bagi orang yang memang betul ingin menikmati dan memahami esensi kehidupan yang diberikan semesta dan Tuhan.
Dalam kontemplasi kita menjadi sadar bahwa memang ranah perubahan sikap atau pilihan hidup orang lain, bukan berada di jangkauan ‘tangan’ kita. Sehingga, se-persisten apapun usaha kita mencoba bahkan memaksa, hanya akan menemui jalan buntu ditepi jurang.
Melalui frasa yang kutemui di tulisan ini, yakni “kita adalah segalanya” kumaknai sebagai peran yang kita lakoni dalam kehidupan ini, bisa jadi apa aja. Tergantung kita sedang bertanggung jawab dalam peran apa. Apakah menjadi tanah yang sabar dalam ‘mengandung’ bunga di muka bumi? Apakah menjadi hangatnya sinar matahari? Apakah menjadi air yang menghidupi? Ataukah menjadi hama pengganggu yang sangat dibenci? – Kita semua bisa menjadi apa aja, menjadi segalanya, menjadi semuanya diluar urusan benar atau salah, baik atau buruk dalam kacamata sosial. Poinnya bukan ada pada label sosial, melainkan pada kesadaran kita.
Terkadang niat baik juga bisa disalah artikan, begitu juga dengan niat licik. Yang hanya perlu bungkus yang dibuat sedemikian rupa menjadi sempurna, padahal justeru jebakan untuk berakhir merana. Sehingga suka tidak suka, mau tidak mau, berkesadaran adalah salah satu opsi jalan terbaik untuk bisa memahami yang sedang terjadi sebelum mengambil keputusan besar.
*DR
You may also like

Unconsciously Trapped
- May 8, 2025
- by Dyana Razaly
- in Blog